Dalam bahasa Jepang, cara pengucapan dan cara baca agak berbeda
dengan bahasa-bahasa asing yang lain. Dalam artikel ini akan sedikit kita
pelajari tentang cara baca dan pengucapannya dalam bahasa Jepang, seperti di
bawah ini:
1.
Pengucapan Panjang (CHOO-ON)
Seperti dalam bahasa Arab, di dalam bahasa Jepang juga dikenal panjang pendek dalam pengucapan. Panjang pendek dalam pengucapan juga memengaruhi arti sehingga kita harus berhati-hati dalam mengucapkannya. Kata-kata yang harus diucapkan panjang biasanya diberi tanda garis di atas pada huruf tersebut. Perlu diketahui, tanda garis (-) ditulis tepat di atas huruf vocal. Di bawah ini beberapa contoh kata-kata yang diberi tanda baca panjang dan perbedaan arti di antara keduanya.
Seperti dalam bahasa Arab, di dalam bahasa Jepang juga dikenal panjang pendek dalam pengucapan. Panjang pendek dalam pengucapan juga memengaruhi arti sehingga kita harus berhati-hati dalam mengucapkannya. Kata-kata yang harus diucapkan panjang biasanya diberi tanda garis di atas pada huruf tersebut. Perlu diketahui, tanda garis (-) ditulis tepat di atas huruf vocal. Di bawah ini beberapa contoh kata-kata yang diberi tanda baca panjang dan perbedaan arti di antara keduanya.
·
ginkō (bank) dibaca ginkoo
·
kōen (taman) dibaca
kooen
·
bōshi (topi) dibaca
booshi
·
ōji (paman) dibaca ooji
·
okāsan
(ibu) dibaca okaasan
·
oishī (lezat) dibaca oishii
·
sūji
(angka) dibaca suuji
2. Pengucapan“U”pada
Akhir Kalimat
Dalam bahasa Jepang, kata-kata yang mempunyai akhiran “u” dibaca tipis dan bahkan hampir tidak terbaca sama sekali. Berikut ini contoh kata yang menggunakan akhiran “u” :
Dalam bahasa Jepang, kata-kata yang mempunyai akhiran “u” dibaca tipis dan bahkan hampir tidak terbaca sama sekali. Berikut ini contoh kata yang menggunakan akhiran “u” :
·
Tabemasu dibaca tabemas
·
Desu dibaca des
·
Yomimasu dibaca yomimas
·
Shimasu dibaca shimas
3. Pengucapan Huruf “N”
dalam Akhir Kalimat
Untuk kata-kata
yang mempunyai akhiran “n” dibaca “ng” dalam bahasa Indonesia. Perhatikan
contoh kata-kata di bawah ini yang menggunakan akhiran “n” :
·
Kaban dibaca kabang
·
Shasin dibaca shasing
·
Kōen dibaca kooeng
·
dsb.
Itulah sedikit mengenai cara membaca dan pengucapan
bahasa Jepang. Lain kali mimin tambah lagi ilmunya biar lengkap dan mudah dipahami, yes!
Semoga bermanfaat! <3






Sugoi ne!
Haii
kalau saya bisa mengucapkannya tanpa belajar dan jago banget, apa itu berarti saya ada keturunan jepangnya? padahal saya mempunyai keturunan vietkong, wah jadi bingung nih atas silsilah keluarga saya sendiri...
maaf kok saya jadi curhat ya.... ok deh salam kenal
knp bahasa jepang susah ya huhu
Sangat bermanfaat. Arigatou Gozaimasu~
huhuhu, sankyuu minna-san!
Kalau aja dulu bljr bhs jepang d kamu pasti nilaiku bagus haha
sankyuu
good
Kaizoku ni ore wa naru!
aku juga belum terlalu menguasai bahasa Jepang, terutama tulisan huhuhu
apa sih fahmi -_-